Aplikasi AI untuk menulis

 · 

4 min read

notion-image
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sudah menjadi teknologi yang membantu berbagai sektor industri, termasuk menulis. Ada yang melihatnya sebagai musuh, tapi ada juga yang menganggapnya sebagai kawan.
AI membawa banyak kemudahan, seperti pengecekan ejaan, pembuatan konten, dan meningkatkan keterampilan menulis. Namun, ada juga perdebatan tentang apakah AI merupakan kawan atau lawan bagi para penulis. Mari kita bahas argumen dari kedua sisi.

AI sebagai Lawan

Pertama, kita intip dari sisi 'negatif' , yaitu AI sebagai musuh alias lawan.
  1. Kehilangan Sentuhan Manusia:
    1. Meskipun AI mampu menghasilkan tulisan yang benar secara teknis, terkadang sulit bagi AI untuk memahami konteks dan nuansa emosional dari tulisan manusia. Hal ini dapat mengakibatkan tulisan yang terasa kaku dan tidak "hidup."
  1. Kekhawatiran Hak Cipta:
    1. Penggunaan AI dalam penulisan dapat menimbulkan pertanyaan tentang hak cipta dan keaslian tulisan. Jika tulisan dihasilkan oleh AI, siapa yang sebenarnya berhak atas karya tersebut? Ini menjadi perdebatan etika dan keadilan dalam dunia penulisan.
  1. Menghapus Pekerjaan penulis:
    1. Dengan AI mampu menghasilkan konten secara otomatis, ada kekhawatiran bahwa penulis manusia akan kehilangan pekerjaan mereka. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang apakah kita harus terus mengembangkan AI atau melindungi pekerjaan penulis manusia.

AI sebagai Kawan

Kita mulai dari sisi 'positif' bagaimana AI bisa bertindak sebagai teman seorang penulis, blogger, copywriter atau konten kreator.
  1. Efisiensi menulis:
    1. AI dapat mempercepat proses penulisan dengan memberikan saran dan koreksi secara real-time. Penulis tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mengoreksi kesalahan, sehingga mereka dapat lebih fokus pada mengembangkan ide dan mengasah kreativitas.
  1. Sumber Inspirasi:
    1. AI dapat memberikan ide-ide baru dan membantu penulis mengembangkan cerita mereka. Dengan AI, penulis dapat mengeksplorasi berbagai sudut pandang dan gaya penulisan yang mungkin tidak pernah mereka pikirkan sebelumnya.
  1. Pembelajaran yang Mudah:
    1. AI dapat membantu penulis pemula atau mereka yang ingin meningkatkan keterampilan menulis. Dengan AI, penulis dapat menerima umpan balik (feedback) yang objektif dan konstruktif untuk mengasah kemampuan mereka.
       
      ilustrasi aplikasi ai untuk menulis

Aplikasi AI untuk menulis

Kalau kamu belum pernah merasakannya, kamu bisa mencoba WarungCopy - aplikasi penulis AI , sehingga kamu bisa punya tambahan perspektif apakah ia kawan atau lawan.
1. WarungCopy
WarungCopy adalah aplikasi AI untuk menulis yang khusus dibuat untuk penggunaan berbahasa Indonesia. Coba aplikasi penulis AI ini gratis sekarang !
2. Copy AI
Copy AI adalah AI text generator yang  dibuat untuk pengguna berbahasa Inggris.
3. Jasper AI
Sama seperti Copy AI,  Jasper dibuat untuk pengguna internasional.

Menjawab keraguan sisi negatif AI

Kita akan mengulik satu per satu, mulai dari
1. Kehilangan sentuhan manusia.
Saya pribadi setuju,  seseorang yang punya pengalaman di bidang tertentu (sesuai tema yang ditulis) dan ahli dalam menulis tentu karyanya akan jauh lebih nyaman untuk dinikmati dibandingkan 100% tulisan AI.
Tapi ada dua syarat:
\- Ia ahli di bidangnya, atau paling tidak membutuhkan banyak riset
\- Ahli dalam menulis.
Karena menulis itu sendiri adalah skill.
Sekarang bayangkan ada orang yang ahli, kita sebut saja di bidang pertanian. Ia bisa menyebutkan beberapa poin menarik, tapi sulit jika harus dalam bentuk tulisan.
Nah! di sini AI bisa bertindak sebagai perantara, ahli tersebut cukup menyebutkan beberapa poin, setelah itu AI bisa membantunya menjelaskan hal tersebut.
Yang perlu diingat, kita tidak harus membiarkan tulisan hanya dari AI, namun setiap tulisan yang jadi bisa selalu kita edit dan beri sentuhan manusia.
2. Kekhawatiran hak cipta
Bahkan saat menulis tanpa AI pun kita tidak terlepas dari ancaman ini. Bisa saja tanpa sengaja kita menggunakan kalimat atau kata yang sama dengan orang lain.
Untuk mencegah hal ini, kita bisa menggunakan aplikasi "pencegah plagiat" untuk meminimalisir hal tersebut.
Adapun yang dilakukan AI, sama seperti manusia yang berpikir, ia mengolah data yang ia punya dan berusaha membuat karya baru sesuai dengan konteks yang diberikan.
3. Menggantikan pekerjaan penulis
Kedatangan suatu teknologi memang sering memunculkan rasa was-was. Sama saja seperti adanya mesin di sebuah pabrik. Adanya mobil yang menggantikan "pengangkat barang manual" dan lain contohnya.
Semua hanya butuh waktu, kita bisa memanfaatkan teknologi AI yang ada dan membuat karya yang luar biasa. Atau skeptis dan mengurung diri darinya.
Dampak positif lain dari adanya aplikasi AI untuk menulis adalah sekarang orang-orang yang punya "jualan" entah itu produk atau jasa, bisa lebih cepat dan hemat dalam membuat konten, baik itu tulisan blog, postingan media sosial atau pembuatan naskah iklan.

Apa saja kemampuan aplikasi menulis menggunakan AI

Berikut ini adalah beberapa kemampuan aplikasi menulis yang menggunakan kecerdasan buatan (AI):
  1. Text generator:
    1. Menghasilkan teks berdasarkan kata kunci atau prompt yang diberikan, menciptakan konten yang informatif dan menarik.
  1. Menulis ulang kalimat:
    1. Mengubah kalimat untuk meningkatkan kejelasan agar lebih mudah dibaca atau membuatnya menjadi teks yang lebih unik.
  1. Koreksi ejaan dan tata bahasa:
    1. Mendeteksi dan memperbaiki kesalahan ejaan, tata bahasa, dan gaya penulisan.
  1. Summarization:
    1. Meringkas konten panjang menjadi versi yang lebih singkat dan padat tanpa kehilangan informasi penting.
  1. Terjemahan bahasa:
    1. Menerjemahkan teks dari satu bahasa ke bahasa lain dengan akurasi yang tinggi.
  1. Penulisan naskah iklan:
    1. Membantu dalam pembuatan naskah iklan yang menarik dan persuasif untuk berbagai platform dan media.
  1. Optimalisasi kata kunci:
    1. Menganalisis dan menggabungkan kata kunci yang relevan dalam teks untuk meningkatkan peringkat SEO.
  1. Pembuatan judul dan subjudul:
    1. Menghasilkan judul dan subjudul yang menarik perhatian, informatif, dan relevan dengan konten.
  1. Generasi ide konten:
    1. Memberikan ide topik konten yang menarik dan relevan dengan industri atau niche tertentu.
  1. Analisis sentimen:
    1. Menganalisis teks untuk mengidentifikasi nada, emosi, dan sentimen yang ada dalam konten.
Aplikasi menulis AI dapat membantu menghemat waktu dan usaha dalam berbagai aspek penulisan, serta meningkatkan kualitas konten yang dihasilkan.

Kesimpulan, menggunakan AI baik atau buruk

Jika hanya mengandalkan AI tanpa sentuhan manusia sedikitpun, saya berada di sisi "lawan". Namun jika kita bisa memanfaatkan alat ini untuk berbagi ide saat buntu (baca apa itu writer's block) , memberi refrensi, membantu menjabarkan poin.. kenapa tidak ?