10 Jenis Content marketing dan cara implementasinya

 · 

5 min read

notion-image
Hai, Apa kabar? Di era digital ini, kamu pasti sering mendengar istilah "content marketing" atau pemasaran konten, bukan? Tapi, apa sih sebenarnya content marketing itu? Dan, bagaimana caranya?
Secara sederhana, content marketing adalah strategi pemasaran di mana kita membuat dan membagikan konten yang informatif, menarik, dan relevan bagi audiens kita. Tujuannya bisa bermacam-macam, bisa untuk membangun brand, menarik pelanggan baru, atau bahkan meningkatkan penjualan.
Lebih detail apa itu content marketing
Nah, untuk bisa berhasil dalam content marketing, kita perlu memahami berbagai jenis konten yang bisa kita gunakan dan bagaimana cara memanfaatkannya. Yuk, kita pelajari lebih lanjut!
  • Artikel blog
  • Video
  • Email newsletter
  • Konten media sosial
  • Infografik
  • Podcast
  • E-Book
  • Webinar
  • Case study
  • User-generated content (USG)

Jenis jenis content marketing

Artikel Blog

Artikel blog bisa menjadi alat yang sangat efektif untuk content marketing. Dengan menulis artikel yang menarik dan informatif, kamu bisa menunjukkan keahlianmu, membantu audiensmu, dan bahkan memperkuat SEO situs webmu.
Caranya? Mulai dengan menentukan topik yang relevan dan menarik bagi audiensmu. Lalu, tulislah artikel yang informatif dan mudah dimengerti. Jangan lupa untuk memasukkan kata kunci yang relevan untuk membantu SEO.

Video

Video adalah salah satu jenis konten yang paling populer saat ini. Video bisa sangat menarik dan mudah diserap, membuatnya sangat efektif untuk menunjukkan produk atau layananmu, atau bahkan untuk mengajarkan sesuatu kepada audiensmu.
Untuk membuat video, kamu bisa mulai dengan merencanakan apa yang ingin kamu sampaikan. Lalu, rekam dan edit video tersebut. Akhirnya, bagikanlah di situs webmu, media sosial, atau platform video seperti YouTube.

Email Newsletter

Email newsletter adalah pesan email yang dikirim secara berkala kepada daftar pelanggan yang telah menyetujui untuk menerima update dari kamu. Newsletter ini bisa berisi berbagai jenis konten, mulai dari berita terbaru tentang produk atau layananmu, tips dan trik, hingga penawaran khusus.
Untuk membuat email newsletter, yang pertama kamu butuhkan adalah daftar email. Kamu bisa membangun ini dengan menawarkan sesuatu yang berharga sebagai balasan bagi orang-orang yang mendaftar, seperti e-Book gratis atau diskon. Setelah itu, kamu bisa menggunakan alat seperti Mailchimp atau SendinBlue untuk merancang dan mengirim newslettermu. Pastikan untuk mengirimnya secara konsisten dan memastikan kontennya relevan dan menarik bagi audiensmu.

Konten Media Sosial

Konten media sosial adalah segala jenis konten yang kamu bagikan di platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, LinkedIn, dan lainnya. Konten ini bisa berupa teks, gambar, video, infografik, dan banyak lagi.
Untuk memanfaatkan konten media sosial, pertama-tama kamu harus memahami platform mana yang paling sering digunakan oleh audiensmu. Setelah itu, ciptakan dan bagikan konten yang menarik dan relevan di platform tersebut. Ingatlah untuk selalu berinteraksi dengan pengikutmu, seperti dengan menjawab komentar dan pesan.

Infografik

Infografik adalah gambar yang berisi informasi atau data. Infografik bisa sangat efektif untuk menjelaskan konsep yang rumit atau memvisualisasikan data dalam cara yang mudah dimengerti.
Untuk membuat infografik, kamu bisa menggunakan alat desain grafis seperti Canva atau Adobe Illustrator. Mulailah dengan merencanakan apa yang ingin kamu sampaikan, lalu buatlah desain yang menarik dan mudah dimengerti.

Podcast

Podcast adalah konten audio yang bisa didengar kapan saja dan di mana saja. Podcast bisa berisi wawancara, cerita, atau diskusi tentang topik tertentu.
Membuat podcast bisa sedikit lebih rumit dibandingkan dengan menulis artikel blog. Kamu akan membutuhkan peralatan rekaman, software editing, dan platform untuk membagikan podcastmu. Tapi, dengan sedikit latihan, kamu bisa membuat podcast yang menarik dan informatif.

E-Book

E-Book adalah jenis konten yang lebih panjang dan mendalam. E-Book bisa sangat efektif untuk menunjukkan keahlianmu dalam suatu topik, atau untuk memberikan nilai lebih kepada audiensmu.
Untuk membuat e-Book, kamu perlu merencanakan dan menulis konten yang lebih panjang dan lebih detail. Kamu juga bisa mempertimbangkan untuk bekerja sama dengan desainer grafis untuk membuat e-Book yang terlihat profesional.

Webinar

Webinar adalah seminar atau presentasi yang dilakukan secara online. Webinar bisa menjadi cara yang baik untuk berinteraksi langsung dengan audiensmu, menjawab pertanyaan mereka, atau bahkan mempromosikan produk atau layananku.
Untuk menyelenggarakan webinar, kamu akan membutuhkan platform webinar, seperti Zoom atau Webex, dan juga rencana tentang apa yang ingin kamu bicarakan. Pastikan untuk berinteraksi dengan audiensmu dan membuat sesi tanya-jawab untuk menjadikan webinar lebih menarik.

Case Study

Case study, atau studi kasus, adalah cerita detail tentang bagaimana produk atau layanan kamu telah membantu pelangganmu. Mereka biasanya digunakan dalam B2B (business-to-business) marketing, tetapi bisa juga efektif dalam B2C (business-to-consumer).
Untuk membuat case study, kamu bisa mulai dengan mewawancarai pelanggan yang telah berhasil menggunakan produk atau layananmu. Tanyakan tentang tantangan yang mereka hadapi, bagaimana produk atau layananmu membantu, dan hasil apa yang mereka capai.

User-Generated Content (USG)

Konten user-generated adalah konten yang dibuat dan dibagikan oleh pengguna atau pelanggan kamu. Ini bisa berupa ulasan, testimoni, foto, video, dan sebagainya.
Untuk mendapatkan konten user-generated, kamu bisa mendorong pelanggan untuk membagikan pengalaman mereka dengan produk atau layananmu. Kamu bisa membuat kontes, memberikan insentif, atau cukup dengan meminta mereka untuk membagikan pengalaman mereka.

Cara menentukan jenis konten yang tepat

Menentukan jenis content marketing yang harus digunakan memang bukanlah tugas yang mudah, mengingat banyaknya pilihan yang tersedia. Namun, berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menentukan content marketing yang paling sesuai untuk bisnismu:

1. Mengenal Audiens

Pertama-tama, kamu harus memahami siapa target audiensmu. Apa usia mereka? Apa pekerjaan mereka? Apa hobi dan minat mereka? Platform apa yang paling sering mereka gunakan? Dengan memahami audiensmu, kamu bisa menentukan jenis konten yang paling mungkin mereka konsumsi.

2. Menentukan Tujuan

Selanjutnya, kamu perlu menentukan tujuan dari content marketingmu. Apakah kamu ingin meningkatkan penjualan? Atau mungkin kamu ingin membangun kesadaran brand? Atau mungkin kamu ingin memposisikan dirimu sebagai pemimpin pemikiran di industri kamu? Tujuan ini akan membantu menentukan jenis konten yang paling efektif.

3. Menganalisis Kompetisi

Lihat apa yang dilakukan oleh pesaingmu. Apa jenis konten yang mereka gunakan? Apakah tampak efektif? Dengan menganalisis kompetisi, kamu bisa mendapatkan ide tentang apa yang mungkin bekerja di industri kamu, serta bagaimana kamu bisa membedakan dirimu.

4. Menggunakan Data

Gunakan data untuk membantu menentukan jenis konten yang paling efektif. Ini bisa berupa data dari Google Analytics, data media sosial, atau data dari platform lain yang kamu gunakan. Lihat apa jenis konten yang paling banyak dilihat, dibagikan, atau menghasilkan konversi.

5. Mencoba dan Mengukur

Akhirnya, jangan takut untuk mencoba berbagai jenis konten dan melihat apa yang berhasil. Buatlah beberapa jenis konten, bagikan, dan lihat bagaimana reaksi audiens. Gunakan data ini untuk menyesuaikan strategi konten kamu dan memfokuskan pada jenis konten yang paling efektif.
Ingatlah, tidak ada pendekatan satu-ukuran-cocok-untuk-semua dalam content marketing. Apa yang berhasil untuk satu bisnis mungkin tidak akan berhasil untuk lainnya. Jadi, teruslah belajar, beradaptasi, dan berinovasi. Semoga sukses!

Kesimpulan

Jadi itulah beberapa jenis content marketing dan bagaimana caranya. Tentunya, jenis konten yang paling efektif akan tergantung pada bisnismu, audiensmu, dan apa yang mereka sukai. Jadi, cobalah berbagai jenis konten, lihat apa yang paling berhasil, dan terus belajar dan beradaptasi. Semoga sukses!